Dear, Readers I loved….
Pepatah
itu sudah lama ada sejak dulu. Dan merupakan senjata paling ampuh untuk mengajak
orang kenalan. Kalau sudah mengeluarkan jurus ‘TKMTS’ proses kenalan seseorang dengan
orang lainnya akan berjalan lancar. Atau terpaksa lancar. Kenapa terpaksa??
Mari kita lihat ilustrasi berikut .
Ada
dua orang, sebut saja A dan B. A = cewek kece dan B = cowok dengan tampang
pas-pasan.
B
= “hai cewek….”
A
= “(senyum)”
B
= “baru dari mana mbak?”
A
= “dari pasar, Mas…”
B
= “ah, masa sih mbak dari pasar?? Ini buktinya ada ikan. Ikan itu adanya di
sungai. Habis mancing ya mbak?? Wah.. mbak ini berbakat sekali ya memancing di
sungai sampe dapet ikan Tongkol sebesar ini…hehehe..”
A
= “(ngelirik jutek ,buang muka)”
B
= “yaelaaahhh…si mbak jutek amat sih. Mmm, boleh kenalan nggak mbak??”
A
= “(masih kesal..)”
B
= “mbak, kenalan dong mbak. Kata orang tua kan, tak kenal maka tak sayang. Tak
sayang maka tak ada uang.Tak ada uang maka
tak ada rezeki. Makanya kenalan mbak…”. (mengeluarkan jurus ‘TKMTS’)
A
= “(berpikir dalam otak, meresapi dalam hati bahwa selain karena yang dikatakan
lelaki nggak jelas itu ada benarnya, juga tidak mau di-cap cewek kece yang
sombong). Mmm, baiklah.. Nama saya Wati, Mas (senyum), kalau mas siapa? (senyum
lagi. Maniiisss banget).
B
= “(berbunga-bunga dalam hati) , nama saya Antonio Viery..” (menepuk dada
layaknya pria sejati).
***
Bla..bla..blaa… Sampai kiamat mereka masih
kenalan. See?? Betapa ampuhnya jurus turun-menurun
TakKenalMakaTakSayang itu? Maka dari itu, sebagai salah satu dari semilyar
alias ‘one of one billion’ of cewek kece
yang ada di dunia ini, gue mau memperkenalkan diri. Karena suatu kehormatan buat
gue, gue bisa memperkenalkan diri gue ke elo semua, Readers…
Nama pendek gue
Devi. Nama sedang gueAnnisa Devi. Dan nama panjang gue Annisa Chintia Devi.
Nama mesra gue 4yank Dephiee’. Gue juga punya sederet nama lainnya. Kayak nama keraton
gue, nama haji gue, nama bayi gue, nama gaul gue, nama gaul gue 2, nama gaul gue
3, dan seterusnya… Yang kalo gue tulis semuanya kayaknya sampe nasib jomblo elo
kelar juga ngga selesai-selesai. Gue juga ngga pernah tau kenapa orang ngga cukup
Cuma punya satu nama. Tapi biar elo ngga bingung, elo panggil gue Devi aja. Nama
cantik dari ayah gue yang saat itu ngasih namanya dalam suasana bahagia karena kelahiran
gue. Gue lahir bulan Januari tanggal 4, 19 tahun yang lalu di tengah keluarga
yang sangat menyayangi gue.Sampe ketika gue udah sebesar ini, gue menyadari bahwa
bagi gue ngga ada cinta dan kasih sayang terindah selain dari orang tua gue. Dan
gue yakin setiap anak meyakini hal itu, karena mereka juga merasakannya. Buat hal
ini, ngga ada yang ngga setuju sama gue. *maksa*
Banjarnegara. Sebuah
kota kecil namun asri yang terletak di Jawa Tengah adalah tempat lahir gue.
Tanah kelahiran gue. Tempat dimana gue tumbuh kembang. Tempat dimana gue mengawali
hidup gue sebagai cewek kece, dan tempat dimana gue menimba ilmu sampai gue secerdas
ini. Yaa... meskipun untuk ngibulin orang atau untuk menyelesaikan masalah sampai
ngga selesai. Banjarnegara kota gue ini punya beribu macam keunikan. Dari
kulinernya yang terkenal yaitu Es Dawet Ayu. Es Dawet Ayu ini es yang kalau elo
-para cowok–minum bareng gebetan, terus elo nembak dia, kemungkinan cinta elo bakalan
sukses diterima (syarat dan ketentuan berlaku). Karena es ini rasanya manis dan
segar, warna hijau cendolnya yang alami, dan baunya yang khas. Harum bangeeeet..
jadi kalo elo ngajakin gebetan elo buat minum es ini, bakalan so sweet banget. Yang
penting habis itu jangan dia yang elo suruh bayarin. Hehe, ngga ada hubungannya
kali yaa… Selain itu, ada satu budaya yang jadi pusat perhatian kalo kami orang
Jawa Tengah sedang berada di kota lain, merantau entah untuk kerja atau mencari
ilmu. Yaps, bahasa Ngapak! Kami orang Jawa Tengah memakai bahasa Ngapak untuk bahasa
sehari-hari. Logatnya yang unik dan khas membuat kita mudah dikenali bahwa kami
orang Jawa Tengah. Orang-orang di kota lain menganggap bahwa logat bicara kami
itu lucu. Istilah lainnya, medhok. Tapi
di situlah letak uniknya. Mereka merasa nyaman berada dekat kami karena dianggap
bisa menghibur dengan logat bicara kami. Pahala kan??
Kami punya
slogan, yaitu “ora ngapak, ora kepenak. Ora
ngapak, dupak!”. Artinya, kalo nggak ngapak nggak enak, kalo nggak ngapak tendang!.
Ups, kasar ya? Tenang aja ngga akan segitunya kok. Itu sekedar lelucon saja.
Kami orang Jawa Tengah nggak akan tiba-tiba menendang pantat orang bule hanya karena
dia nggak ngomong ngapak kan?? Follow @ngomongngapak.
Tapi biarpun gue
cinta Ngapak, gue ngga akan pakai bahasa itu dalam cerita-cerita gue. Karena bisa-bisa
seandainya kalimat dalam cerita gue, gue ganti menjadi ‘woy wa! Ngapurane jajal Kuwe raine dibenerna ndhisit, apa ora ngerasa kawit
jaman Trio Libels nganti siki jaman Trio Macan isih jomblo bae? Ngisin-ngisina temen.
Kuwe prinsip apa anu kutukan??’ yang ada otak elo mencerna kalimatnya lebih
lambat, konsentrasi menurun, mata berdarah-darah, dan bolak-balik buka kamus bahasa
Ngapak. Emang ada ya?? Iya ada!
*emosi* Jangan salah… Ntar gue yang bikin. Kalimat tadi artinya, ‘woy bang! Maaf
ya sebelumnya, coba itu muka dibenerin dulu dong. Apa nggak ngerasa dari jaman
Trio Libels sampai sekarang jaman Trio
Macan masih jomblo melulu? Malu-maluin amat. Itu tuh prinsip atau kutukan??’. *kamusNgapakmode : on.
Itulah alasan gue
kenapa gue mau pakai bahasa yang mudah dimengerti. Yaps! Gue ngga mau ambil resiko
terlalu berat kalau elo pada berdarah-darah perutnya atau mual-mual kupingnya karena
kerepotan men-translate bahasa Ngapak ke bahasa Indonesia, terus elo berbondong-bondong
pada lari ke Rumah Sakit karena keluhan di atas. Elo semua pada tau kan kalo sekarang
dokter lagi pada demo. Kalau dokternya pada ngga mau nanganin elo, alamat gue yang
akhirnya elo cari. Lebay ya?? Hehehe.. Well, sekali lagi gue akan memakai bahasa
yang mudah dimengerti oleh seluruh masyarakat Indonesia. Bahasa ringan seperti ini.
‘elo-gue’. Yang penting kan tetep “dimana bumi dipijak, di situlah langit
dijunjung”. Artinya,,, BHINEKA TUNGGAL IKA. :D